Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya. Tak heran banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke indonesia untuk berwisata, dari pantai, gunung, air terjun dan perbukitan. Tak bisa dielakkan keindahannya banyak memincut para traveller dari berbagai daerah rela berkunjung untuk mencicipi keindahan alamnya.
eitsss namun kita tidak akan membahas tentang Bali atau Lombok yang sudah terkenal dari beheula keindahannya, yupps disini kita akan sedikit mengulas salah satu wisata alam di bumi kalimantan yang tentu tidak kalah indahnya.
Gunung Birah teletak di Desa Kandangan lama, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Jarak dari kota Banjarmasin sekitar 100 km dengan waktu tempuh membutuhkan kira-kira dua setengah jam perjalanan.
Perjalanan ini kami lakukan spontan tanpa terencana,berangkatpun pukul 2 siang dari kota Banjarmasin, bisa dibayangkan kan jam berapa kami baru sampai ditujuan 😅 belum lagi ada beberapa hambatan diperjalanan hingga kami baru sampai di lokasi pada pukul 17.30 wita.
Sesampainya kami langsung melakukan proses registrasi dan pembayaran. tarif masuk untuk pendakian Rp 10.000,- per orang dan Rp 10.000,- untuk tarif parkir sepeda motor. setelahnya kami langsung bergegas menuju pendakian mengingat hari yang sudah hampir gelap dan kami sama sekali tidak ada rencana berkemah dan bawaan barang yang seadanya.
petugas disana sangat ramah, dan bagi yang perlu guide pendakian mereka menyediakan guide tanpa biaya tambahan *ketentuan bisa berubah seiring waktu, terlebih bagi kami yang kebetulan waktu itu anggota perempuan semua dan hari sduah hampir gelap.
Sebelum memulai pendakian kami diantar dengan grobak motor (sorry gatau namanya) menyusuri jalan setapak menuju pendakian. sesampainya di start trek kami diturunkan untuk mulai mendaki dengan guide yang sudah stand by, waktu itu waktu sudah menunjukkan pukul 17:50 wita. kamipun dengan semangat bergegas memulai pendakian. Namun mendaki gunung tidak semudah memikirkan keindahan puncak gengss, tentunya ada harga yang harus dibayar. baru sepuluh menit mendaki kami sudah ngos ngosan, saat itu hari sudah semakin gelap namun kami memutusakan untuk tetap lanjut mendaki setidaknya sampai lembah untuk dapat foto yang layak post:) tapi semakin lama mendaki trek yang dilalui semakin sulit dan curam. kurang lebih setengah jam pendakian kami memutuskan untuk mengambil foto terlebih dulu sebelum keburu gelap. untungnya di tempat kami berdiri sudah cukup tinggi untuk berfoto, pemandangan di bawah terlihat sangat fantastis walaupun pendakian kami hanya seperempat menuju puncak. sayangnya waktu itu kondisi cuaca sedang tidak mendukung sehingga melihat sunset di pegunungan yang menjadi tujuan kami tidak tercapai.
setelah hari mulai gelap kami memutuskan menyudahi pendakian. sayang sekali memang, namun mengingat kami tidak punya perlengkapan apa-apa untuk berkemah, kamipun memutuskan untuk segera turun sebelum hari benar-benar gelap. Nyatanya, proses turun pun sama susahnya dengan mendaki 😓 seking curamnya trek pendakian, kami harus sangat berhati-hati agar tidak tergelincir atau terguling, kamipun berusaha berpegangan satu sama lain dan mencoba memegangi rumput dan batang pepohonan disepanjang jalan agar tidak berguling ria ke bawah. Ternyata proses turun lebih drama daripada proses naik gunungnya gengss😂
disepanjang perjalanan turun kami bertemu beberapa pendaki yang ingin bermalam mingguan di puncak gunung, tentunya dengan perlengkapan camping yang lengkap. kamipun tiba di tempat registrasi (tempat parkir) pada pukul 7 malam dan langsung berpamitan pada petugas setempat untuk langsung pulang ke Banjarmasin.
Bagi kalian yang ingin melakukan pendakian di Gunung Birah, weekend atau hari sabtu merupakan waktu yang sangat pas untuk melakukan pendakian karena akan ramai dan banyak pendaki.
eitsss namun kita tidak akan membahas tentang Bali atau Lombok yang sudah terkenal dari beheula keindahannya, yupps disini kita akan sedikit mengulas salah satu wisata alam di bumi kalimantan yang tentu tidak kalah indahnya.
Gunung Birah teletak di Desa Kandangan lama, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Jarak dari kota Banjarmasin sekitar 100 km dengan waktu tempuh membutuhkan kira-kira dua setengah jam perjalanan.
Perjalanan ini kami lakukan spontan tanpa terencana,berangkatpun pukul 2 siang dari kota Banjarmasin, bisa dibayangkan kan jam berapa kami baru sampai ditujuan 😅 belum lagi ada beberapa hambatan diperjalanan hingga kami baru sampai di lokasi pada pukul 17.30 wita.
Sesampainya kami langsung melakukan proses registrasi dan pembayaran. tarif masuk untuk pendakian Rp 10.000,- per orang dan Rp 10.000,- untuk tarif parkir sepeda motor. setelahnya kami langsung bergegas menuju pendakian mengingat hari yang sudah hampir gelap dan kami sama sekali tidak ada rencana berkemah dan bawaan barang yang seadanya.
petugas disana sangat ramah, dan bagi yang perlu guide pendakian mereka menyediakan guide tanpa biaya tambahan *ketentuan bisa berubah seiring waktu, terlebih bagi kami yang kebetulan waktu itu anggota perempuan semua dan hari sduah hampir gelap.
Sebelum memulai pendakian kami diantar dengan grobak motor (sorry gatau namanya) menyusuri jalan setapak menuju pendakian. sesampainya di start trek kami diturunkan untuk mulai mendaki dengan guide yang sudah stand by, waktu itu waktu sudah menunjukkan pukul 17:50 wita. kamipun dengan semangat bergegas memulai pendakian. Namun mendaki gunung tidak semudah memikirkan keindahan puncak gengss, tentunya ada harga yang harus dibayar. baru sepuluh menit mendaki kami sudah ngos ngosan, saat itu hari sudah semakin gelap namun kami memutusakan untuk tetap lanjut mendaki setidaknya sampai lembah untuk dapat foto yang layak post:) tapi semakin lama mendaki trek yang dilalui semakin sulit dan curam. kurang lebih setengah jam pendakian kami memutuskan untuk mengambil foto terlebih dulu sebelum keburu gelap. untungnya di tempat kami berdiri sudah cukup tinggi untuk berfoto, pemandangan di bawah terlihat sangat fantastis walaupun pendakian kami hanya seperempat menuju puncak. sayangnya waktu itu kondisi cuaca sedang tidak mendukung sehingga melihat sunset di pegunungan yang menjadi tujuan kami tidak tercapai.
setelah hari mulai gelap kami memutuskan menyudahi pendakian. sayang sekali memang, namun mengingat kami tidak punya perlengkapan apa-apa untuk berkemah, kamipun memutuskan untuk segera turun sebelum hari benar-benar gelap. Nyatanya, proses turun pun sama susahnya dengan mendaki 😓 seking curamnya trek pendakian, kami harus sangat berhati-hati agar tidak tergelincir atau terguling, kamipun berusaha berpegangan satu sama lain dan mencoba memegangi rumput dan batang pepohonan disepanjang jalan agar tidak berguling ria ke bawah. Ternyata proses turun lebih drama daripada proses naik gunungnya gengss😂
disepanjang perjalanan turun kami bertemu beberapa pendaki yang ingin bermalam mingguan di puncak gunung, tentunya dengan perlengkapan camping yang lengkap. kamipun tiba di tempat registrasi (tempat parkir) pada pukul 7 malam dan langsung berpamitan pada petugas setempat untuk langsung pulang ke Banjarmasin.
foto diambil jam 18.30 wita dengan angin yg sangat kencang😅
Bagi kalian yang ingin melakukan pendakian di Gunung Birah, weekend atau hari sabtu merupakan waktu yang sangat pas untuk melakukan pendakian karena akan ramai dan banyak pendaki.
- berangkatlah di pagi hari apabila kalian hanya ingin mendaki puncak dan melihat lembah lalu pulang dalam satu hari. Agar punya banyak waktu untuk menikmati keindahan pegunungan. waktu menuju puncak diperkirakan 2-3 jam tergantung kecepatan masing-masing pendaki
- usahakan olahraga dulu seminggu sebelum mendaki agar stamina mumpuni selama pendakian, jadi tidak akan boros waktu karena ngos-ngosan dan kebanyakan istirahat.
- bawa peralatan camping yang lengkap bagi yang ingin menginap
- usahakan bepergian dengan orang dewasa yang mengerti trek gunung
Bagi yang belum pernah mendaki dan perlu pendampingan jangan khawatir petugas disana sangat ramah dan akan diberikan guide. masyarakat sekitarpun sangat ramah dan menyambut kedatangan kita.
Selamat mendaki!!


Comments
Post a Comment